Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

27 Jenis Hama Tanaman dan Cara Ampuh Mengatasinya

Hama Tanaman – Hama merupakan perusak tumbuhan yang berasal dari organisme hidup seperti kutu, ulat, dan tikus. Bermacam-macam hama Sering menyernagn tumbuhan, tapi pada dasarnya hama tersebut memerlukan nutrisi untuk kelangsungan hidup, nutrisi itu bisa ditemukan pada tumbuhan. 

Sayangnya kelakuan hama tersebut sangat merugikan manusia, terutama petani yang mana tumbuhanya ditata agar berbuah bagus yang nantinya akan dijual. Oleh karena itu, kenali jenis-jenis hama dan juga penyakit yang paling banyak menyerang tumbuhan serta cara mengatasinya.

Macam-macam Hama Penyakit Tanaman dan Cara Penggendaliannya

1. Hama Tikus

Tikus merupakan salah satu hama yang sangat umum ditemukan pada pematang sawah. Tikus biasanya menyerang bagian biji-bijian, dan terkadang batang muda tumbuhan padi pun ikut dimakannya. 

Selain padi, tikus juga bisa menyerang berbagai macam tumbuhan, terutama pada masa panen atau di tempat penyimpanan hasil panen. Tikus bisa hidup di tempat yang kotor sekalipun, di sawah atau ladang biasanya tikus akan membuat lubang tikus sebagai tempat tinggalnya dan berlindung di balik semak-semak.

Hama tanaman
Hama Tikus

Cara membasmi tikus :

Petani di sawah banyak membasmi tikus dengan membiarkan ular sawah berkeliaran di area sawah yang digarap. Cara ini cukup alami dan efektif untuk membasmi tikus.
  1. Menutup lubang yang diperkirakan sebagai lubang tempat tikus bersembunyi serta memasang perangkap tikus.
  2. Menggunakan pembasmi tikus (rodentisida).
  3. Menggunakan umpan beracun buatan sendiri yang dibuat dari irisan singkong direndam pada larutan fosfor. Racun buatan sendiri ini baik digunakan saat padi mulai berbunga dan bijinya mulai tumbuh. Perlu ekstra hati-hati karena cukup berbahaya bagi hewan ternak dan manusia jika termakan.

2. Hama Wereng

Wereng cokelat (Nilaparvata lugens) adalah hama berjenis kutu-kutuan yang memiliki siklus hidup berupa telur-nimfa-imago (dewasa). Banyak menyerang padi pada fase nimfa dan imago.

Wereng menyerang tumbuhan dengan menghisap cairan yang terdapat dalam batang tumbuhan hingga akhirnya tanaman kering dan kekurangan cairan serta menimbulkan efek terbakar.

Hama Tanaman
hama wereng


Selain itu, wereng juga bisa menjadi vektor (penyebar) virus kerdil rumput dan kerdil hampa. Wereng dapat menyebar dengan sangat cepat, satu ekor imago wereng betina dapat menghasilkan telur hingga 600 butir. Jika sebuah tanaman terkena wereng, maka di bagian batangnya akan terlihat puluhan kutu cokelat yang menghinggapi batang.

Cara mengatasi hama wereng :

  1. Menggunakan benih unggul yang sudah dimodifikasi secara genetik sehingga tahan akan serangan wereng, dikenal dengan nama Varietas Unggul Tahan Wereng (VUTW)
  2. Mengganti pola penanaman pada tanah sehingga berselang-seling dan tidak monoton hanya ditanami padi saja.
  3. Melakukan penggiliran tanam untuk memutus siklus hidup wereng, misalnya dengan menanam tanaman palawija selama 1-2 bulan sebelum memulai kembali menanam padi.
  4. Membasmi secara alami dengan melepas laba-laba predator (Lycosa Pseudoannulata), kepik pembasmi wereng (Cyrtorhinuss lividipenis), atau kumbang pembasmi wereng (Paederuss fuscipess atau Synarmonia octomaculata).

3. Hama Walang Sangit

Termasuk jenis serangga yang juga memiliki siklus hidup seperti wereng, yaitu telur-nimfa-imago (dewasa). Sangat umum dijumpai pada tanaman padi yang sudah mulai menumbuhkan biji. 

Jika terkena walang sangit, butir padi yang masih cair dan baru akan mengeras akan dihisap oleh walang sangit, sehingga tidak dapat tumbuh sempurna dan hasilnya akan liat atau kosong, selain itu kulit biji padi juga akan terlihat menghitam.

Hama Tanaman
hama-walang-sangit


Pada fase nimfa, walang sangit mencuri isi biji padi lebih aktif dibandingkan saat fase imago, namun karena hidupnya lebih lama, serangan walang sangit imago biasanya lebih parah dan hebat. 

Selain memakan cairan biji, walang sangit imago juga mampu memakan biji padi yang telah mengeras karena dapat mengeluarkan enzim pencerna karbohidrat. 

Risiko terkena hama walang sangit akan lebih tinggi jika padi ditanam di sawah yang dekat dengan hutan, jika penanaman tidak serentak sehingga mendukung siklus hidup walang sangit, serta jika populasi gulma cukup tinggi.

Cara membasmi walang sangit :

  1. Melakukan penanaman secara serentak, sehingga walang sangit terputus siklus hidupnya karena pada saat berhenti menanam, tidak ada lagi makanan untuk hama ini.
  2. Mencabuti rumput yang tumbuh di sekitar tanaman padi sehingga tidak menjadi habitat walang sangit untuk berkembangbiak.
  3. Menangkap walang sangit menggunakan jala di pagi hari.
  4. Melepaskan predator walang sangit berupa laba-laba atau menanam jamur yang secara alami mampu menginfeksi walang sangit sehingga melumpuhkannya.
  5. Menggunakan insektisida.

4. Hama Ulat

Ulat banyak sekali menyerang tumbuhan yang daunnya dikatakan ‘manis’. Terkadang ulat juga menyerang tanaman berbuah seperti alpukat ketika mulai berbuah yang pohonnya selalu dipenuhi dengan hama ulat.

Ulat merusak tumbuhan dengan memakan dedaunan, pucuk batang, serta buah yang sudah matang di pohon, terutama pada malam hari. Biasanya daun yang dimakan ulat akan tersisa tulang daunnya saja sehingga pohon terlihat gundul.

Hama tanaman
Hama ulat bulu


Cara membasmi ulat :

  1. Ulat merupakan fase pertumbuhan kupu-kupu, yang sebelumnya berasal dari telur. Untuk itu, Anda perlu mencari telur kupu-kupu yang biasanya menempel di bawah daun dan langsung memangkas daun tersebut.
  2. Menggenangi tanah tempat tumbuh tumbuhan dengan air, sehingga ulat akan menjauh dari air bergerak ke atas tumbuhan sehingga lebih mudah dikumpulkan dan dibasmi.
  3. Menyemprot tumbuhan dengan pestisida.

5. Hama Tungau

Tungau paling banyak menyerang tanaman cabai. Ketika terkena tungau, biasanya daun tanaman cabai akan menggulung ke bagian bawah, menjadi kaku dan tebal. Lama-kelamaan, daun akan berubah warna menjadi cokelat dan kemudian menghambat proses fotosintesis tumbuhan. Tumbuhan akhirnya kekurangan nutrisi yang seharusnya dibentuk saat fotosintesis, kemudian lama-kelamaan akan mati. Tungau sendiri merupakan jenis kutu kecil yang biasanya berdiam di bawah daun untuk mengisap sari-sari pada daun.

Hama Tanaman
Tungau


Cara membasmi tungau :
  1. Menggunakan insektisida yang mengandung diafenthiuron atau fipronil, semprotkan pada bagian cabang tumbuhan yang terserang.
  2. Memetik daun yang terlanjur terkena tungau dan memusnahkannya dengan dibakar.

6. Hama Lalat Bibit (Atherigona exigua, A. Oryzae)

Hama ini biasanya akan menyerang pada tanaman yang masih muda dalam kondisi kelembaban yang tinggi (musim hujan), lalat bibit akan meletakan telur di pelepah dan daun pada sore hari. Dalam 2 hari telur tersebut akan menetas dan larva merusak titik tumbuh tanaman. Jika tanaman anda tiba-tiba layu, kerdil dan menguning, bisa jadi itu merupakan salah satu penanda serangan hama lalat bibit.

Hama Tanaman
Hama Lalat Bibit


Cara pencegahan lalat bibit :

  1. Utamakan menanam varietas bibit yang tahan terhadap lalat bibit.
  2. Menerapkan pola pergiliran tanaman selain jagung dan padi.
  3. Secara kimia gunakan insektisida yang diaplikasikan pada benih sebelum ditanam.

7. Hama Uret / Gayas

Hama ini sering menjadi musuh utama pada tanaman lahan kering. Misalnya tebu, kedelai, sorgum, jagung, maupun tanaman hortikultura. Perkembangannya mulai dari telur, larva (uret), pupa hingga menjadi imago (kumbang).

Hama Tanaman
Hama Uret


Cara peggendalian Uret :

  1. Pengendalian pada sistem tanam yaitu penentuan saat masa tanam yang aman dari serangan hama uret.
  2. Pengumpulan larva uret sacara manual saat pengolahan tanah secara mekanis.
  3. Pengendalian uret dengan insektisida tanah dilakukan pada saat tanam, dengan cara ditabur bersama dengan pupuk pada dasar juringan.

8. Hama Ganjur Pentil (Orseolia oryzae)

Hama ganjur adalah sejenis lalat ordo diptera, serangan ganjur dapat terjadi sejak awal penanaman hingga tanaman mencapai fase primordia. Walaupun tidak begitu merugikan yang hanya terjadi pada musim-musim tertentu.

hama Tanaman
Hama Ganjur Pentil

Cara Penggendalian Ganjur :

  1. Upaya penanaman dini perlu dilakukan secara serentak, sehingga pada saat kelembaban tinggi tanaman sudah masuk fase generatif.
  2. Pasang lampu perangkap, untuk mengeliminasi ganjur dewasa.
  3. Bila terjadi serangan berat gunakan insektisida sistemik berbahan aktif fipronil atau dimehipo dengan cara disebar.

9. Hama putih pengorok daun

Hama putih penggorok daun dapat menyebabkan daun mengering, mati dan tidak dapat menumbuhkan tunas baru. Hama ini biasanya akan meningkat saat musim kemarau.

Cara mengatasi hama putih pengorok daun :

  1. Menjaga kebersihan lingkungan tanaman dengan cara membersihkan gulma dan rumput liar.
  2. Menghilangkan genangan air di pesemaian agar larva dari hama tersebut tidak menemukan oksigen, jika ada air maka akan dimanfaatkan sebagai sumber oksigen.
  3. Pengendalian secara kimiawi bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida, misalnya agrimec, alfamex, demolish atau curacron.

10. Penggerek Tanaman (Ostrinia furnacalis)

Ostrinia furnacalis menyerang pada bagian batang maupun pangkal tongkol. Larvanya membuat saluran-saluran di dalam batang selagi menggerogoti jaringan untuk makanannya, sehingga ia disebut juga sebagai penggerek batang jagung atau Asian corn borer.

Hama Tanaman
Penggerek Tanaman

Cara penggendalian hama penggerek :

  1. Gunakan cara pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inangnya.
  2. Membersihkan lingkungan sekitar rumput-rumputan.
  3. Tanaman yang sudah diserang dapat dipotong dan ditimbun dalam tanah atau diberikan pada hewan ternak.
  4. Secara kimia dengan insektisida dilakukan sebelum ulat masuk ke dalam batang.

11. Hama Kutu daun persik (Myzus persicae)

Selain sebagai hama, kutu daun persik juga dapat berperan sebagai penular (vektor) penyakit virus. Kutu daun persik memiliki alat tusuk isap, biasanya kutu ini ditemukan dipucuk dan daun muda sepeti pada tanaman cabai.

Hama Tanaman
Kutu daun persik

Cara membasmi kutu daun persik :

  1. Memasang perangkap yang berwarna kuning dan berperekat, contohnya Insect Adhesive Trap Paper (IATP).
  2. Memanfaatkan musuh-musuh alami, yaitu kumbang macan (Menochilus sp.), dan larva Syrphidae (Ischiodon scutellaris)
  3. Menggunakan zat kimia insektisida yang mangkus, misalnya Decis 2,5 EC, Curacron 500 EC, Pegasus 500 SC, Hostation 40 EC, Orthene 75 SP.

12. Thrips/ kemreki (Thrips parvispinus)

Hama ini biasanya menyerang tanaman cabe, tomat, jeruk terutama pada daun tanaman yang muda pada bagian pucuknya. Gejala awal daun akan keriting dan menggulung ke atas. Akibatnya  pertumbuhan tanaman akan terganggu dan produktifitas menurun.

Hama Thrips parvispinus

Cara mengatasi hama thrips :

  1. Menjaga tanaman agar tidak kekeringan dengan melakukan penyiraman dalam jumlah yang cukup.
  2. Membersihkan lingkungan di lahan penanaman dan sekitarnya.
  3. Memasang perangkap kertas kuning IATP (Insect Adhesive Trap Paper) dengan cara khusus. Digulung lalu digantung setinggi 15 cm diatas pucuk tanaman.
  4. Secara Kimiawi dengan melakukan penyemprotan Insektisida.

13. Ulat grayak (Spodoptera litura)

Hama ulat grayak merupakan larva dari ngengat Spodoptera yang merusak tanaman dengan gejala daun bolong-bolong, jika dibiarkan tanaman akan menghabiskan tanaman mulai dari daun hingga buah. Hama ini dapat menyerang semua jenis tanaman budidaya.

Hama Tanaman
Ulat grayak

Cara mengatasi hama ulat grayak :

  1. Mengumpulkan telur dan ulat-ulat langsung membunuhnya.
  2. Menjaga kebersihan lingkungan dari gulma dan sisa tanaman yang menjadi tempat persembunyian.
  3. Mengatasi ulat grayak dengan menggunakan kelambu kasa.
  4. Menggunakan pestisida nabati akar tuba dan ketapang.

14. Hama Lalat buah (Bactrocera spp)

Lalat buah dapat menyerang semua jenis tanaman buah, baik tanaman budidaya maupun tahunan. Pada kelembaban yang optimal dengan suhu ± 26 °C, lalat buah berkembang biak dengan cepat dan menghasilkan populasi yang tinggi.

hama Tanaman
Lalat Buah


Cara penggendalian hama lalat buah :

  1. Mencegah lalat buah betina meletakkan telurnya pada buah, dengan cara membungkus kantong plastik pada buah.
  2. Memasang perangkap hama menggunakan atraktan Methyl Eugenol sangat efektif untuk menekan kerusakan buah.
  3. Memutus rantai perkembangan lalat dengan melakukan pergiliran tanaman.
  4. Membasmi secara kimia dengan penyemprotan Buldok, Tamaron, Lannate, Curacron 500 EC.

15. Hama Belalang

Kerusakan hama belalang ini sama seperti ulat, yaitu daun menjadi rombeng.

Hama Tanaman
Hama belalang


Cara Pengendaliannya :

  1. Belalang dapat ditanggulangi dengan penangkapan secara manual.
  2. Penangkapan dapat dilakukan saat masih pagi dan berembun, karena belalang tidak dapat terbang dengan sayap basah.

16. Anjing tanah atau orong-orong

Hama ini hidup dibawah tanah yang lembab dengan membuat terowongan. Kerusakan dapat terjadi sebagai predator.

Hama Tanaman
Hama Anjing Tanah


Cara mengatasi anjing tanah :

  1. Melakukan pengendalian pada pengolahan tanah yang baik agar terowongan rusak.

17. Kutu perisai

Pada umumnya kutu perisai akan menyerang bagian daun. Kutu ini biasanya hidup berkoloni dengan membentuk barisan di bagian tulang daun.

Hama Tanaman
Kutu perisai

Cara membasmi kutu perisai :

  1. Menggunakan insektisida sistemik dengan bahan aktif acephate.

18. Fungus gnats (Bradysia species)

Fungus gnats merupakan serangga yang berbentuk seperti nyamuk berwarna hitam. Hama ini biasanya menyerang tanaman hias pada saat musim hujan. Fungus gnats dewasa dapat merusak seludang bunga, dengan tanda munculnya bintik-bintik hitam pada seludang bunga. Tanaman hias yang sering diserang adalah Adenium.
Fungus gnats
Fungus gnats

Cara membasmi hama fungus gnats:

  1. Saat masih menjadi larva, maka pengendalian dengan menaburkan Nematisida seperti Furadan G ke media tanam.
  2. Jika sudah memasuki fase dewasa, dilakukan penyemprotan dengan insektisida.
  3. Lakukan juga penggantian lahan tanam setiap enam bulan sekali.

19. Hama Cacing liang (Radhopolus Similis)

Hama cacing liang dapat merusak tanaman dengan cara menghisap cairan pada akar tanaman. Sehingga tanaman yang terserang hama ini menjadi lambat tumbuh dan kerdil serta menghasilkan bunga yang kecil.

Cara mengatasi cacing liang :

  1. Basmi dengan menggunakan Nematisida seperti Furadan G yang ditaburkan pada media tanam sesuai petunjuk dalam kemasan.
  2. Penggunaan pestisida pada tanaman hias sebaiknya sesuai petunjuk, mengingat dampak negatif yang bisa ditimbulkan. Serta kemungkinan serangga menjadi semakin kebal dengan insektisida yang digunakan.

20. Rebah Kecambah (Phytium spp, Sclerotium sp dan Rhizoctonia sp.)

Pada umumnya rebah kecambah akan menyerang di pembibitan, dengan gejala serangan pangkal bibit berlekuk seperti terjepit, busuk, berwarna coklat dan akhirnya bibit roboh.


Cara mengatasi rebah kecambah :

  1. Mengatur jarak tanam pembibitan.
  2. Gunaan disinfeksi tanah sebelum penaburan benih atau penyemprotan pembibitan.
  3. Sebelum ditanam, tanaman harus dicelup dengan Benomil 2 – 3 g/liter air , Propanokrab Hidroklorida 1 – 2 ml/l air dan fungisida netalaksil 3 g/liter air Mankozep (2 – 3 g/liter air).

21. Hama Lanas (Phytophthora nicotianae var Breda de Haan)

Hama lanas biasanya menyerang pada tanaman umbi dan tembakau. Gejala yang diakibatkan yaitu daun tanaman yang masih hijau mendadak terkulai layu dan akhirnya mati, pangkal batang dekat permukaan tanah busuk berwarna coklat dan apabila dibelah empulur tanaman bersekat-sekat.

Cara Pengendalian Hama Lanas :

  1. Lakukan sanitasi pada pengolahan tanah yang matang, memperbaiki drainase, dan menggunakan pupuk kandang yang telah masak.
  2. Memperbaiki dan meninggikan guludan secara berkala.
  3. Secara kimia lakukan penyemprotan fungisida pada pangkal batang dengan menggunakan Mankozeb 2 – 3 g/liter air, Propanokarb Hidroklorida 1 – 2 ml air, Benomil 2 -3 g/liter air dan bubur bordo 1 – 2 %.

22. Penyakit Kerupuk (Tabacco Leaf Corl Virus)

Virus ini biasanya menyerang tanaman tembakau. Gejala yang ditimbulkan daun terlihat agak berkerut, tepi daun melengkung ke atas, daun menebal, tulang daun bengkok, atau sampai daun berkerut dan sangat kasar.

Cara mengatasi penyakit kerupuk :

  1. Memberantas penyebab muncul nya penyakit yaitu vektor lalat putih (Bemisia tabaci) dengan insektisida dimetoat atau imedakloprid.

23. Hama Kutu Daun Tembakau (Myzus persicae)

Gejala kutu daun ditandai dengan perubahan tekstur daun menjadi keriput, berwarna kekuningan, pertumbuhan tanaman kerdil, daun menjadi layu hingga menyebabkan tanaman mati.

Cara pengendalian kutu daun tembakau :

  1. Memanfaatkan musuh alami yang potensial yaitu parasitoid Aphidius sp., kumbang macan M. sexmaculatus, dan larva lalat Syrphidae.
  2. Secara kimia menggunakan insektisida dengan cara disemprot Fipronil (Regent 50 EC) atau imidaklorid. Penggunaan ini apabila jumlah hama lebih besar dari 10% tanaman dijumpai koloni sekitar 50 ekor kutu.

24. Hama Penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella)

Hama ini sering disebut PBK yang sering dijumpai pada tanaman kakao. Serangan hama ini dapat dikenali dengan perubahan warna kulit buah menjadi belang hijau-kuning, terdapat lubang gerekan bekas keluar larva dan tampak seperti matang sebelum waktunya.

hama penggerek kakao
hama penggerek kakao

Cara mengatasi hama penggerek kakao :

  1. Lakukan Karantina, yaitu dengan mencegah masuknya bahan tanaman kakao dari daerah terserang PBK.
  2. Menggunakan musuh alami atau melepaskan predator alami seperti laba-laba (Arachnida), semut hitam (Dolichoderus thoracicus) dan semut angrang (Oesophylla smaragdina).
  3. Membatasi tinggi tanaman dengan melakukan pemangkasan dengan maksimum tinggi 4 M bertujuan agar memudahkan ketika pengendalian hama dan saat panen.
  4. Secara kimia dengan menggunakan Deltametrin (Decis 2,5 EC), Sihalotrin (Matador 25 EC), Buldok 25 EC dengan volume semprot 250 l/ha dan frekuensi 10 hari sekali.

25. Kepik penghisap buah (Helopeltis spp)

Selain penggerek, buah kakao juga sering diserang hama kepik pengisap buah. Helopeltis sp muda (nimfa) dan dewasa (imago) menyerang buah kakao dengan cara menusuk dan menghisap cairan sel. Sehingga timbul bercak-bercak cekung berwarna coklat kehitaman.

Cara penggendalian kepik penghisap buah kakao :

  1. Secara kimia dengan insektisida. Penyemprotan yang paling efektif yaitu jam 18.00 – 22.00 karena pada saat itu gerakan Helopeltis sp telah lamban atau tidak bergerak.
  2. Secara biologis, menggunakan semut hitam. Membuat Sarang semut dari daun kakao kering atau daun kelapa lalu diletakkan di atas jorket dan jangan lupa diolesi gula agar semut datang.

26. Penyakit buah busuk (Phytophthora palmivora)

Penyakit busuk buah disebabkan oleh infeksi cendawan Phytoptora palmivora terutama pada buah kakao. Infeksi dapat terjadi pada buah-buah yang masih muda hingga buah yang siap dipetik. Buah kakao yang terserang memiliki ciri berbercak coklat kehitaman, biasanya dimulai dari ujung atau pangkal buah.

Cara penggendalian penyakit busuk buah :

  1. Melakukan pemangkasan cabang tanaman kakao dan pohon penaung secara rutin untuk menjaga kelembaban kebun.
  2. Melakukan Sanitasi, dengan memetik semua buah busuk lalu membenamnya dalam tanah sedalam 1 meter.
  3. Lalu lakukan penyemprotan agen hayati seperti Trichoderma spp dengan dosis 200 gram per liter sebagai bentuk upaya menjegah atau biasanya disebut preventif. Penyemprotan diarahkan pada buah sehat.
  4. Aplikasi fungisida seperti Sandoz, cupravit Cobox, dll berbahan aktif tembaga 0,3% saat tingkat serangan sudah sangat tinggi.

27. Antraknosa (Penyebab jamur C. capsici)

Pada umumnya penyakit antraknosa sering ditemukan pada berbagai tanaman pohon dan semak, awal gejala yang ditunjukan berupa bercak pada daun atau bagian lain berbentuk bulat panjang berwarna hitam yang akan berlanjut hingga kematian jaringan. Terutama menyerang tomat dan tanaman cabe. Penyebarannya tidak hanya melalui sentuhan antara tanaman saja melainkan juga bisa karena percikan air dan angin.

Cara penggendalian antraknosa :

  1. Lakukan pencegahan dengan memperkuat ketahanan tanaman yaitu pemupukan yang tepat dan berimbang. Tanaman yang kebutuhan nutrisinya terpenuhi secara seimbang seperti zat (N, P, K) tambahkan juga pupuk yang mengandung unsur kalsium (Ca) tinggi.
  2. Menjaga kebersihan dan pembuangan pada bagian tanaman yang sudah terserang agar tidak menyebar ke tanaman lain.
  3. Secara kimia, pengendalian antraknosa dapat disemprot dengan fungisida bersifat sistemik yang berbahan aktif triadianefon dicampur dengan fungisida kontak berbahan aktif tembaga hidroksida seperti Kocide 54WDG, atau yang berbahan aktif Mankozeb seperti Victory 80WP.
Demikianlah macam macam hama dan juga penyakit yang sering menyerang tanaman dan cara mengatasinya. Hama hilang, tumbuhan pun hasilnya akan lebih gemilang.

Roqibus
Roqibus Perkenalkan nama saya Badiatur Roqibus Syafaah. Bisa dipanggil oqib atau roqib. Dan saya laki laki.

Posting Komentar untuk "27 Jenis Hama Tanaman dan Cara Ampuh Mengatasinya"